Dapatkan Info & Tips Otomotif beserta Berita VITTA-Q terbaru - dengan berlangganan GRATIS!!
Nama :
eMail :


Kata Kunci :

VITTA-Q RSS Feed   [Valid RSS]
ATPM DILARANG MEMAKSA PENGGUNAAN MEREK OLI TERTENTU

ATPM Dilarang Memaksa Penggunaan Merek Oli Tertentu   ATPM Dilarang Memaksa Penggunaan Merek Oli Tertentu  


Agen tunggal pemegang merek (ATPM) tidak dibenarkan merekomendasikan suatu merek pelumas (oli) atau bahkan mewajibkan penggunaan pelumas tertentu kepada konsumen pemilik kendaraan bermotor. Dalam hal ini, ATPM juga tidak bisa memaksa konsumen untuk memakai pelumas merek/buatan sendiri, meski masih dalam masa garansi atau setelah masa garansi.

Jika dilakukan, maka ATPM bisa terancam hukuman karena sudah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. ATPM juga bisa dianggap melanggar hak dan kebebasan konsumen dalam memilih barang sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Demikian terungkap dalam diskusi bertema "Perlindungan Konsumen serta Pelaku Usaha Pelumas dari Praktik Monopoli" di Jakarta, Rabu (6/4). Tampil sebagai pembicara Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo serta Ketua Lembaga Kajian Persaingan dan Kebijakan Usaha (LKP KU) FHUI Kurnia Toha. Turut hadir Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tresna P Soemantri, Industrial Marketing Specialist Pertamina Lubricant Oil R Choerniadi Tomo, serta pengamat pelumas Paul Tora.

Menurut Sudaryatmo, ATPM hanya bisa merekomendasikan spesifikasi pelumas yang sesuai untuk kendaraan bersangkutan. Untuk itu, ATPM tidak dibenarkan membatalkan masa garansi mesin kendaraan karena selama pemakaian menggunakan pelumas merek tertentu di luar buatan ATPM. Jika dilakukan, maka ini termasuk dalam pemahaman memaksa atau mewajibkan konsumen menggunakan pelumas merek ATPM sendiri. ini cenderung melanggar hak dan kebebasan konsumen.

Menurut Kurnia Toha, ATPM harus memberi kesempatan pelumas merek lain (independen/non-AT PM) untuk mengikuti tender pasokan atau pengadaan pelumas (genuine oil) dan penunjukan pelumas yang direkomendasikan ATPM.

Menanggapi hal ini, Komisioner KPPU Tresna P Soemardi menyatakan siap menindaklanjuti masukan atau rekomendasi terkait praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di sektor pelumas. Dalam hal ini, KPPU siap melakukan inisiatif penyelidikan tanpa harus menunggu laporan dari konsumen atau pelaku usaha bidang pelumas.


Sumber: Suara Karya


VITTA-Q

oli, ATPM