Dapatkan Info & Tips Otomotif beserta Berita VITTA-Q terbaru - dengan berlangganan GRATIS!!
Nama :
eMail :


Kata Kunci :

VITTA-Q RSS Feed   [Valid RSS]
HITUNG PAJAK PROGRESIF KENDARAN BERMOTOR ANDA

Hitung Pajak Progresif Kendaran Bermotor Anda  


Walau sedikit terlambat informasinya, semoga informasi ini berguna bagi yang belum mengerti.

Salah satu cara dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan di DKI Jakarta, diantaranya adalah menerapkan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor pribadi baik roda empat maupun roda dua. Penerapan pajak progresif kendaraan bermotor dilakukan mulai 3 Januari 2011. Kenaikan pajak tersebut diprediksi untuk meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor (PKB) di tahun 2011.

Dari data yang dihimpum oleh Polda Metro Jaya yang tahun ini tercatat jumlah kendaraan yang ada di jalan Jakarta, telah mencapai 11.362.396 unit kendaraan, maka pada 2011, tidak kurang dari 12.062.396 kendaraan akan memadati jalan di Jakarta.

Menurut Fauzi Bowo , Gubernur DKI Jakarta, seiring dengan kenaikan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor, tidak akan ada lagi penyalahgunaan alamat atau kepemilikan ganda untuk menghindari pajak progresif. Hal tersebut dimungkinkan karena mulai tahun depan DKI sudah menerapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem nomor identitas tunggal atau single identity number (SIN).

Sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 7 Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2010 tentang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pasal 7 Serta Pasal 12 Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di Provinsi DKI Jakarta Ditetapkan oleh KEPMENDAGRI Nomor 25 tahun 2010 tentang penghitungan dasar pengenaan PKB dan BBN-KB serta PERGUB (Peraturan Gubernur DKI Jakarta) Nomor 140 Tahun 2010 tanggal 28 Juli 2010 tentang Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB).

A. Tarif pajak Kendaraan Bermotor kepemilikan Pribadi :
Kendaraan bermotor kepemilikan orang pribadi berdasarkan nama dan/atau alamat yang sama dikenakan tarif Pajak Progresif Sebesar:
  1. Kendaraan pertama 1,5 % ( 1,5 % x NJKB )

  2. Kendaraan kedua 2 % ( 2 % x NJKB )

  3. Kendaraan ketiga 2,5 % ( 2,5 % x NJKB )

  4. Kendaraan keempat Dan Seterusnya 4 % ( 4 % x NJKB)


B. Tarif Pajak Kendaraan Bermotor untuk :
  1. TNI / POLRI, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dikenakan tarif Pajak sebesar 0,50 %

  2. Angkutan Umum, Ambulans, Mobil jenazah dan Pemadam Kebakaran dikenakan tarif pajak sebesar 0,50 %

  3. Sosial Keagamaan, Lembaga Sosial dan Keagamaan dikenakan tarif Pajak sebesar 0,50 %


C. Tarif Pajak kendaraan Bermotor Alat Berat dan Besar :
Kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar dikenakan tarif pajak sebesar 0,20 %

D. Tarif Bea Balik Nama kendaraan bermotor (BBN-KB) :
  1. Penyerahan Pertama Sebesar 10 %

  2. Penyerahan Kedua dan Seterusanya sebesar 1 %


E. Tarif khusus untuk kendaraan alat-alat berat dan alat-alat besar :
  1. Khusus untuk alat-alat berat pertama sebesar 0,75 %

  2. Penyerahan kedua dan seterusnya 0,075 %


F. Penjelasan Pasal 12 tentang pendaftaran :
  1. Wajib pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor wajib mendaftarkan penyerahan kendaraan bermotor dalam jangka waktu paling lambat 30 (Tiga puluh) hari kerja sejak saat penyerahan (Jual beli, Lelang, Tukar menukar, Waris/Hibah, atau Pemasukan ke dalam Badan Usaha)

  2. Orang pribadi atau badan yang menyerahkan kendaraan bermotor melaporkan secara tertulis, penyerahan tersebut kepada Gubernur hal ini Kepala Dinas Pelayanan Pajak atau Pejabat yang ditunjuk dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak saat penyerahan.


Apabila melalaikan Pasal 12 tentang pendaftaran akan mengakibatkan terkena Sanksi dan tarif Pajak Progresif, untuk informasi lebih lanjut para Wajib Pajak dapat menghubungi Kantor SAMSAT di wilayah masing-masing.

Setelah Jakarta, rencananya Pajak Progresif akan ditempatkan di wilayah lainnya.


VITTA-Q


hitung pajak progresif kendaraan bermotor