Dapatkan Info & Tips Otomotif beserta Berita VITTA-Q terbaru - dengan berlangganan GRATIS!!
Nama :
eMail :


Kata Kunci :

VITTA-Q RSS Feed   [Valid RSS]
KEUNTUNGAN MOBIL RAMAH LINGKUNGAN

Keuntungan Mobil Ramah Lingkungan   Keuntungan Mobil Ramah Lingkungan   Keuntungan Mobil Ramah Lingkungan  


Raja Horor Pilih Mobil Ramah Lingkungan

Jakarta - Satu lagi seleb yang beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Penulis cerita-cerita horor Stephen King kini menggunakan kendaraan hybrid Chevrolet Volt.

Herald Tribunes memotret keseharian King dengan kendaraannya. di Kota Sarasota dia masuk ke stasiun "cas" listrik Volt-nya. Dia mencolokkan kabel di dinding ke kendaraannya. Listrik itu gratis karena dihasilkan dari panel surya di atap.

"Saya senang melakukannya. Setiap kali mencolokkan kabel ke mobil, seolah-olah saya bilang ke kartel minyak 'nih, colok ini ke matamu'," katanya. "Rasanya seperti mendapat surat izin mencuri."

Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, mobil ramah lingkungan memang tak murah tapi pemerintah memberi subsidi pajak hingga "ngecas" gratis di stasiun pengisian buatan pemerintah.

Stephen King adalah orang pertama yang menggunakan stasiun tersebut untuk kendaraannya.

Pengguna Volt lainnya terlihat masuk ke stasiun itu. Namanya Chris Sharek. Dia membeli Volt seharga kurang dari 50 ribu dolar dan dipesan dari New Jersey.

"Dari pada beli Jeep dan saya masih harus tambah 40 ribu dolar lagi, lebih baik saya beli kendaraan yang teknologinya lebih maju dan lebih hemat," kata Sharek.

Semakin banyak orang yang beralih ke kendaraan ramah lingkungan bukan hanya karena teknologinya.

"Pertengahan Februari 2011, saat harga minyak selalu jadi berita utama surat kabar, kendaraan hybrid atau kendaraan mungil jadi meningkat peminatnya," kata Jessica Caldwell, analis dari Edmunds.com, situs web konsumen otomotif.

--

Pasca-Tsunami, Mobil Elektrik "Naik Daun"


Hummer 4x4 atau Jeep mungkin pilihan terbaik untuk menjelajahi kota-kota yang hancur di timur laut Jepang. Wilayah itu diguncang gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret dan pasti tidak ramah bagi kendaraan elektrik.

Namun, pada hari-hari setelah bencana itu terjadi, mobil elektrik justru membuktikan ketangguhannya -- meski kendaraan itu dirancang seringan mungkin dan ban yang mungil.

Sedan kelas ringan ini, misalnya yang dibuat Mitsubishi dan Nissan, mampu hilir mudik di daerah bencana - bukan karena mampu "off road" tetapi karena mereka mampu untuk "mengisi bahan bakar" di "colokan" listrik biasa.

Penyulingan-penyulingan minyak rusak dan jalan penuh hambatan sehingga bensin adalah barang yang sulit. Kekurangan menjadi akut sampai-sampai Tentara Bela Diri Jepang harus mengangkut bensin yang disumbangkan China.

Namun di Sendai, kira-kira 250 mil timur laut Tokyo, dan kota-kota lain rusak oleh gempa bumi, listrik sudah normal dalam beberapa hari setelah bencana.

Presiden Mitsubishi Motors, Osamu Masuko, menawarkan puluhan mobil elektrik i-MiEV untuk kota-kota yang terkena dampak gempa.

Kendaraan yang dirancang untuk kerja ringan seperti mengantar penumpangnya ke pusat perbelanjaan itu ternyata cocok untuk kebutuhan di daerah yang terkena bencana.

Mobil itu bolak-balik membawa warga ke pusat pengungsian, sekolah dan rumah sakit, mengangkut dokter, pekerja profesional dan sukarelawan.

Memang, mereka tidak bisa membantu dengan tugas seperti mengangkut bahan bangunan atau menarik kendaraan yang terdampar.

Ada 89 i-MiEV terlibat dalam usaha pemulihan, 34 untuk prefektur Miyagi, 33 untuk prefektur Fukushima dan 18 untuk prefektur Iwate.


--


VITTA-Q


mobil listrik, mobil ramah lingkungan