Dapatkan Info & Tips Otomotif beserta Berita VITTA-Q terbaru - dengan berlangganan GRATIS!!
Nama :
eMail :


Kata Kunci :

VITTA-Q RSS Feed   [Valid RSS]
MOBIL NASIONAL MENYEMBUL

Mobil Nasional Menyembul   Mobil Nasional Menyembul  


Mobil Nasional dalam Berbagai Model dan Fungsi


Menurutnya, baik GEA yang dibuat di Madiun dan Tawon yang diproduksi di Rangkas Bitung siap diproduksi di bulan Juli mendatang. “Pada awal produksi kami siap membuat 50 unit mobil perbulan,” tambah Dewa.

Sedangkan wilayah pemasaran, Dewa mengakui jika penjualan mobnas memang lebih fokus ke daerah bukan di kota besar. “pasalnya di kota besar, pasarnya telah terisi mobil lain sehingga kami coba sasar daerah.”

Pria ramah ini menambahkan, “Bahkan di Surabaya, mobil Tawon telah terpilih sebagai angkutan mikro seperti Bajaj di Jakarta,” bangganya.

Rencananya, baik GEA maupun Tawon yang sama-sama memiliki spek mesin 650 cc ini akan dilepas sekitar Rp 50 juta off the road.




Mobil Nasional Tolak Insentif Pemerintah


Bila sebelumnya ATPM terus menunggu realisasi program mobil murah dengan mengharapkan insentif dari pemerintah bagi yang ikut program ini, sekumpulan pembuat mobil nasional malah dengan tegas tidak mau meminta insentif pemerintah itu.

Sekelompok pembuat mobil nasional yang tergabung dalam Asosiasi Industri Automotif Nusantara (Asia Nusa) menegaskan mereka tidak akan seperti pabrikan mobil asing yang terkesan meminta-minta diberi insentif dari pemerintah Indonesia.

Asia Nusa melalui Ketua Bidang Marketing/Komunikasi Dewa Yuniardi menjelaskan kalau masih banyak cara untuk membuat mobil berharga murah tapi dengan kualitas yang bagus tanpa perlu menjadi pengemis.

Dewa pun mengecam bila memang program ini nantinya akan memberikan insentif ke perusahaan asing. Sebab bila diberi insentif itu sama saja menghamburkan uang untuk dibawa ke negara orang. Sebab mobil bermerek asing tentu akan membawa sebagian pendapatannya ke negara asal.

"Sikap Asia Nusa adalah tidak usah ada insentif untuk mobil murah karena harga kami sudah murah. Jadi pemerintah tidak kehilangan pendapatan karena harus kasih insentif ke mobil murah. Pemerintah tidak akan kehilangan devisa keluar. Bayangkan kalau program mobil murah jalan, pasti akan laku keras, lalu berapa devisa negara yang akan terbang keluar?," papar Dewa.

"Lebih baik daripada uang pemerintah habis untuk kasi insentif mobil murah, sebaiknya siapkan aja infrastruktur stasiun BBG dan Asia Nusa siap dengan teknologi BBG. Asia Nusa memberikan solusi ke pemerintah, bukan menuntut pemberian fasilitas-fasilitas insentif," tukasnya.

Saat ini Asia Nusa menurut Dewa memiliki mobil-mobil nasional seperti Tawon, Gea, Komodo dan lainnya. Banderol harga mobil nasional ini pun cenderung sangat murah. "Kami bertahan di maksimum Rp 60 juta," tandasnya.

---

Otomotifnet & Detik