Dapatkan Info & Tips Otomotif beserta Berita VITTA-Q terbaru - dengan berlangganan GRATIS!!
Nama :
eMail :


Kata Kunci :

VITTA-Q RSS Feed   [Valid RSS]
TIPS DETEKSI KONDISI MESIN DARI BUSI

Tips Deteksi Kondisi Mesin dari Busi  


Tips mengidentifikasi beberapa kesalahan umum yang terkait dengan pemakaian busi, kesalahan penggunaan, dan masalah umum dengan kerja mesin. Kondisi akhir yang terdapat pada busi adalah indikator yang baik untuk kondisi umum mesin.













No.PenampakanKemungkinan Masalah
1.Normal

Cokelat muda, cokelat atau akhir pembakaran abu-abu.
Sebuah indikator yang baik bahwa busi berfungsi baik dan kondisi mesin umum yang baik.
2.Kepala Kering dan basah
Kepala, baik kering (atas - matt hitam, kotor) atau basah (bawah - gloss hitam, lengket)

Dapat disebabkan oleh kondisi yang berbeda. simpanan Karbon membangun ketika pengapian busi gagal membakar dan menghanguskan. Udara / campuran bahan bakar terlalu kaya, choke menyala, masalah listrik, periode mengemudi yang lama pada kecepatan rendah, rentang suhu busi terlalu dingin. Semua harus diselidiki.
3.Terlalu panas (overheating)

Bila busi terlalu panas, deposit yang telah terakumulasi di ujung insulator bisa meleleh dan menjadikan warna mengkilap pada bagian ujung. Kemungkinan penyebab adalah setelan pengapian berlebih, udara / campuran bahan bakar terlalu sedikit, level air atau minyak terlalu rendah, busi tidak dilengkapi (diperketat) dengan benar, rentang suhu busi terlalu panas.
4.Simpanan (deposit)

Hidung insulator dan elektroda dikelilingi dengan deposit - biasanya berwarna putih.
Hal ini sering disebabkan oleh kebocoran minyak melalui ring piston atau katup segel (valve seals). Bisa jadi karena kekentalan minyak yang digunakan tidak tepat.
5.Timbunan Timbal
Deposit timbal pada hidung insulator. Biasanya terdapat warna cokelat kekuningan.
Kandungan timbal pada bahan bakar terlalu tinggi. Coba bensin dengan kandungan timbal rendah.
6.Patahan

Kerusakan fisik pada hidung isolator.
Biasanya disebabkan oleh ekspansi panas abnormal di ruang pembakaran. Mungkin pemanasan atau pendinginan mendadak. Penyebab seperti pada overheating di atas.
7.Siklus normal

Makin renggangnya busi dalam pemakaian adalah normal.
Namun, kesenjangan yang meningkat akan berarti kerja busi kurang efisien. Karena itu bahan bakar jadi terbuang dan sistem pangapain bekerja keras. Busi berada di akhir masa pakai. Ganti busi.
8.Pengikisan tak normal

Hal ini mempercepat renggangnya busi.
Karena efek dari korosi, oksidasi dan reaksi dengan timbal dalam bensin.
9.Mencair

Permukaan elektroda mungkin akan muncul mengkilap dan tidak rata.
Karena terlalu suhu tinggi di ruang bakar. Penyebab seperti pada overheating di atas.
10.Erosi, Korosi, oksidasi
Permukaan elektroda yang kasar, dalam keadaan ekstrim bahan elektroda akan teroksidasi menjadi sehingga menjadi hijau
Mungkin karena usia, kendaraan diparkir untuk waktu yang lama tanpa digunakan.
11.Pengikisan Timbal
Elektroda bumi (ground electrode) akan aus, pusat elektroda akan sumbing, dan hidung isolator akan menjadi coklat kekuningan.
Hal ini disebabkan reaksi kimia antara elektroda paduan nikel (nickel alloy electrodes) dan senyawa timbal dalam bensin.



Pastikan Anda sudah menggunakan VITTA-Q untuk kerja busi optimal!


Sumber: spark-plugs.co.uk